Apa itu Worldview?
Dua konsep "filsafat" dan "pandangan
dunia" saling terkait erat. Will Durant menjelaskan hubungan ini dengan
kata-kata berikut: "Setiap sains dimulai sebagai filsafat dan berakhir
sebagai seni; itu muncul dalam hipotesis dan mengalir ke dalam pencapaian.
Filsafat adalah interpretasi hipotetis yang tidak diketahui (seperti dalam
metafisika), atau tentang kebenaran yang persis sama (seperti etika atau
filsafat politik); Ini adalah parit depan dalam pengepungan kebenaran. Ilmu
adalah wilayah yang ditangkap; dan di belakangnya adalah daerah-daerah aman di
wilayah yang ditangkap; di mana pengetahuan dan seni membangun dunia kita yang
tidak sempurna dan mengagumkan. Berbicara tentang "sebuah filosofi" dalam
arti luas sebenarnya mengacu pada pandangan dunia. Wolters merangkum hubungan
antara pandangan dunia dan filsafat apa yang dia sebut "filosofi mahkota
pandangan dunia", yaitu membangun sebuah pandangan dunia adalah manifestasi
filosofi tertinggi. Istilah "Worldview
(pandangan dunia)" sering digunakan untuk menekankan sudut pandang pribadi
dan historis.
Menurut Prof. Alparslan suatu worldview terbentuk dalam pikiran individu secara perlahan-lahan, bermula dari akumulasi konsep-konsep dan sikap mental yang dikembangkan oleh seseorang sepanjang hidupnya, sehingga akhirnya membentuk mental framework atau worldview. Secara epistemologis proses berfikir ini sama dengan cara kita mencari dan memperoleh ilmu, yaitu akumulasi pengetahuan a priori dan a posteriori. Proses itu dapat dijelaskan sebagai berikut; ilmu pengetahuan yang diperoleh seseorang itu sudah tentu terdiri dari berbagai konsep dalam bentuk ide-ide, kepercayaan, aspirasi, dan lain-lain yang semuanya membentuk suatu totalitas konsep yang saling berkaitan dan terorganisasikan dalam suatu jaringan.
Bagaimana memahami Islam sebagai Pandangan Hidup?
Pandangan hidup islam memiliki beberapa definisi seperti, pandangan hidup islam dimulai dari konsep keesaan tuhan yang berimplikasi pada seluruh kegiatan kehidupan di dunia (Al-Mawdudi). Kemudian, Atif al-Zayn mengatakan pandangan hidup islam adalah aqidah fikriyyah, kepercayaan berdasarkan akal. Sedangkan Sayyid Qutb mengatakan bahwa pandangan hidup islam adalah akumulasi keyakinan asasi yang terbentuk dalam pikiran dan hati setiap muslim yang memberi gambaran tentang wujud dan apa-apa dibalik itu. Adapun Naquib al-Attas berpendapat bahwa pandangan hidup islam adalah pandangan islam tentang realitas dan kebenaran yang menjelaskan tentang hakikat wujud.
Pandangan hidup islam menjadikan seorang muslim memahami bahwa islam telah dewasa sejak awal muncul. Bila dilihat dari sejarah Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam bahwasanya munculnya pandangan hidup islam dimulai dari dakwahnya Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam saat di periode Makkah. Pada periode Makkah Rasulullah mendakwahkan kepada ummatnya untuk mengesakan Allah, konsep Tauhid, bahwasanya Allah adalah tuhan yang satu yang berhak disembah dengan sebenar benarnya. Dari sinilah bermula pandangan hidup islam yang diawali dengan konsep ketauhidan yang kemudian berlanjut dengan konsep etika, penciptaan, hari akhir dan sebagainya. Kemudian saat periode Madinah, Rasulullah menyampaikan konsep ummah, konsep jihad, konsep ukhuwah, konsep ibadah dan seterusnya. Sehingga pandangan hidup islam dapat kita lihat dan kita runut melalui perjalanan historis Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam.
Pandangan hidup islam juga sangatlah berbeda dengan pandangan hidup lainnya karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan pandangan hidup lainnya. Karakteristik tersebut diantaranya adalah; pertama, pandangan hidup islam bukan hanya mencakup pandangan terhadap alam indrawi (visible world), melainkan juga alam ghaib (invisible world) dan kedua, pandangan hidup islam dibentuk oleh sumber wahyu.
Pandangan hidup islam dapat terwujud dengan mempelajari konsep-konsep agama islam yang disampaikan oleh Rasulullah. Melalui ilmu agama islam, seorang muslim akan dapat mengetahui yang hak dan bathil tanpa mencampuri antar keduanya. Melalui ilmu, seorang muslim akan dapat memperoleh kebahagiaan. Melalui ilmu, seorang muslim akan dapat petunjuk dalam kehidupan. Melalui ilmu, seorang muslim akan senantiasa sabar, amanah, dan jujur dalam berhubungan dengan manusia. Oleh karenanya seorang muslim sangat diwajibkan untuk mendalami ilmu agama islam. Seorang muslim yang mempelajari ilmu agam islam akan mendapatkan pandangan hidup islam sebagai tameng bagi dirinya dalam menghadapi arus pemikiran lain yang menyebar di era globalisasi ini. Karena dengan pandangan hidup islam juga, seorang muslim tak akan mudah terpengaruh oleh pandangan hidup lain karena islam adalah agama yang mulia dan satu-satunya agama yang paling haq di muka bumi ini.
Wallahu a’lam.
