Senin, 28 Maret 2016

Membuat Surat Keterangan Sehat di RSUD


Postingan  kali ini saya akan menceritakan pengalaman membuat Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Pemenrintah. Saya pernah membuat surat ini di Rumah Sakit lain dan saya pikir akan sama bila dilakukan di RSUD, dan ternyata dugaan saya salah, ada yang beda dan ini bedanya:

Hari Sabtu, tanggal 26 maret 2016 saya mengurus pembuatan surat keterangan sehat untuk keperluan melamar pekerjaan di Rumah Sakit Umum Daerah. Saya tiba di rumah sakit sekitar jam 8.50 pagi. Setelah masuk, saya bertanya pada bagian informasi mengenai cara pembuatan surat keterangan sehat. Beliau mengarahkan saya untuk mengantri di barisan pasien baru. 

Antriannya ternyata sudah lumayan panjang. Saya kemudian ikut mengantri. Sekitar satu jam kurang akhirnya saya sampai di loket dan mengatakan keperluan saya. Saya kira setelah loket ini, saya akan langsung ke dokter untuk mendapatkan surat sehat, tapi ternyata saya mendapatkan nomor antrian untuk pembayaran. Dengan kata lain saya harus mengantri lagi. Antrian kedua

Kemudian saya antri untuk membayar biaya pembuatan surat, setelah beberapa menit berlalu saya akhirnya dipanggil dengan keterangan Poli MCU. Ternyata maksud dari kata MCU adalah Medical Check Up. Kemudian saya datangi loket dan dikenai biaya sebesar 15 ribu rupiah. Dari loket ini saya mendapatkan struk pembayaran. Setelah dari loket ini saya diarahkan untuk naik ke lantai 3 menuju poli MCU. Sesampainya di lantai 3, saya melihat papan arah yang menunjukkan kearah poli MCU. Setelah tiba ternyata harus mengantri lagi. Subhanalaah meeenn,…  Antrian ketiga.

Sebelum saya menuju masuk ke ruang poli MCU, saya diharuskan kembali mengantri di ruangan seberang poli untuk pendataan pasien MCU. Antrian lumayan lama sekali. Dari sini saya ternyata baru tahu karena pasien ini rata-rata memiliki keperluan yang sama yaitu untuk mendaftar kerja dan sebagian dari mereka sudah bekerja dan hanya memiliki waktu luang yaitu hari sabtu ini. Pahamlah saya kenapa banyak sekali yang antri. Hahahaha, saya salah memilih waktu, secara saya masih belum kerja saat ini dan bisa melakukannya di weekdays. 

Sambil menunggu antrian, saya habiskan waktu saya dengan membaca buku. Saat nama saya dipanggil, saya kemudian disuruh untuk mengisi formulir Surat Keterangan Sehat. Karena saya juga meminta surat keterangan bersih dari tattoo dan tindik, saya kemudian diarahkan untuk ke lantai 1 kembali untuk melakukan pembayaran biaya cek kulit di poli kulit dan kelamin. Akhirnya saya harus turun lagi untuk bayar biaya cek kulit dan itu mengantri lagi. Antrian keempat.

Saya hampir dibuat gila karena harus mengantri dan mengantri lagi ditempat yang berbeda. Akhirnya selang beberapa menit nama saya dipanggil untuk kemudian melakukan pembayaran sebesar 35 ribu rupiah. Petugas loket mengarahkan saya untuk naik ke lantai 2 untuk melakukan cek kulit di poli kulit dan kelamin. Sesampainya saya di poli, saya diharuskan kembali mengisi surat pengecekan kulit dan mengantri kembali untuk dipanggil. Antrian kelima.

Menunggu dan menunggu, akhirnya nama saya dipanggil dan dillakukan pengecekan kulit. Sebenarnya pemeriksaannya tidak lama dan singkat hanya ditanya apakah memiliki tatto atau bekas luka di tubuh, dan setelah itu di cek bagian kulit badannya. Akan tetapi antriannya yang lama karena banyaknya yang periksa memakan waktu yang panjang dan penuh kesabaran. Selesai dari poli kulit sekitar jam 12, kemudian saya diarahkan untuk kembali ke lantai 3 menuju poli MCU. Di poli MCU terdapat suster dan ruangan dokter. Didalam poli MCU sudah terlihat banyak sekali antrian untuk diperiksa, saya kemudian memasukkan berkas saya ke suster dan disuruh untuk menunggu panggilan dokter. Antrian keenam.

Waktu terus berjalan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12. 45, dan akhirnya saya dipanggil oleh dokter. Pemeriksaan yang dilakukan hanya pemeriksaan standar seperti periksa mata kemudian detak jantung distetoskop, lalu perut diketuk ketuk dan ditanya riwayat penyakit keras yang dimiliki, lumayan singkat. Selesai dari dokter saya diarahkan untuk kembali ke suster didepan dan dilakukan stempel di Surat Keterangan Sehat saya. Setelah itu saya diarahkan untuk ke ruangan depan yaitu ruangan pendataan pasien yang ingin membuat Surat Keterangan Sehat diawal tadi dan saya berikan semua berkas yang saya dapatkan selama bolak balik dari satu ruangan dan ruangan lain, dan akhirnya saya mendapatkan 2 surat yaitu Surat Keterangan Sehat dan Surat Keterangan Bebas Tattoo dan Tindik. Waktu menunjukkan pukul 13.00, saya menghabiskan waktu 4 jam untuk mendapatkan 2 surat ini. Suuuperr sekali, :) 

Menurut review saya, pelayanan untuk mendapatkan Surat Keterangan Sehat ini kurang memuaskan karena dokter yang memeriksa hanya satu sedangkan pasiennya sangat banyak. rasionya tak seimbang menurut opini saya dan terlebih biayanya agak mahal bila dilihat dari proses pemeriksaannya yang simple,  . Selain itu saya salah memilih hari sehingga harus mengantri dengan banyak pasien di weekend ini, walaupun saya sendiri belum tahu bila melakukannya saat weekdays apakah akan lebih cepat atau sama saja, hehe,...

Sekian pengalaman saya mendapatkan Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit Umum Daerah  :D  
  

33 komentar:

  1. Menarik artikelnya, makasih udah share pengalaman. Btw kalau boleh tau berapa biaya untuk membuat surat sehat?

    BalasHapus
  2. sama-sama,

    15 ribu rupiah untuk surat keterangan sehat saja, itu awal tahun 2016 lalu. kalo tahun ini saya kurang tahu juga.

    BalasHapus
  3. Makasih infonya... ternyata agak melelahkan yah kalo mesti berkali2 antri.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2,.
      iya soalnya bertepatan dengan pendaftaran kerja BULOG, jadi banyak yang urus, klo hari biasa kayaknya gak sampai antri lama kayaknya, haha

      Hapus
  4. Tesnya apa aja ya mas?
    Ada uji urine? Paru2? Jantung?
    Atau yang standar aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tes yang standar aja waktu itu karena memang butuh yang standar. Kalo untuk uji urine, paru2 dan jantung mungkin biaya lebih mahal dan prosedurnya lebih kompleks.

      Makasih,

      Hapus
  5. Apakah bisa dirumah sakit milik angkatan atau polisi

    BalasHapus
  6. Apakah itu juga rumah sakit pemerintah

    BalasHapus
  7. Apakah itu juga rumah sakit pemerintah

    BalasHapus
    Balasan
    1. bikin surat sehat di rumah sakit manapun bisa, sesuai kebutuhan aja,

      Hapus
  8. Butuh surat rujuk dari puskesmas kecamatan nggak ya?

    BalasHapus
  9. Kalau bikin surat ket. Bebas tato & tindik berpa biayanya gan...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kurang tau gan, bisa cek langsung ke RS tujuan saja,

      Hapus
  10. Kalau bikin surat ket. Bebas tato & tindik berpa biayanya gan...?

    BalasHapus
  11. Halo kak. Ini di rsud mana ya? Soalnya saya pernah baca juga di rsud bekasi kok nyampe ratusan ribu gitu :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya di rsud bekasi juga saat itu. ga mahal sesuai cerita saya kok, :)

      Hapus
  12. Saya buat sks dan skbn di rsud tangerang kota, kena 180ribuan. Mahal yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, mahal juga ya, mungkin karena tahun baru, haha

      Hapus
    2. Kalau buat skbn memang lebih mahal

      Hapus
  13. Inspriratif gan, terima kasih atas informasinya

    BalasHapus
  14. Kak maaf kalau mau cari sks itu butuh ktp atau berkas lainnya tidak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. seingat saya tidak perlu, saya juga agak lupa, maaf

      Hapus
  15. Memang kalau rsud rata2 sabtu buka ya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman saya saat itu buka, tapi saya kurang tau kalau kondisi sekarang.

      Hapus
    2. mestinya buka sih, walau jamnya mungkin lebih pendek dari weekdays

      Hapus
  16. Klo hari minggu bisa nggak???

    BalasHapus
  17. Kalau nyarinya di puskesmas gg mslh ya broo ..

    Baru tadi hri ini saya buad skbn tes 1 zat aja hbis 75rb , di rsud dr soetomo sby , bsok blik lgi mau bkin sks di bgian MCU tsbt

    BalasHapus
  18. Masa berlaku sks dari RSUD berapa bulan ya?

    BalasHapus
  19. Kalo mau ngurus surat keterangan sehat bisa di sore hari nggak ya? Biasanya ngurus itu dari jam berapa sampe jam berapa?

    BalasHapus